Pakideh dan satu diantara 4 Pangider Catur Loka Pala di sisi utara Besakih

Kawasan pura Agung Besakih berikut pura pakideh ini menempati areal cukup luas dalam radius sekitar 3 kilometer dengan Pura Pasimpangan di sisi hilir dan Pura Pangubengan di sisi hulu.
Pada Purnama Kadasa setiap tahun, di Pura Agung Besakih diselenggarakan upacara Bhatara Turun Kabeh, sering pula disebut sebagai Ngusaba Kadasa. Upacara ini bersamaan dengan pelaksanaan upacara Ngusaba Kadasa di Pura Batur yang keduanya menempati simbol purusa dan pradana dalam konsep Rwa Bhineda.

Pura Batu Madeg sebagai salah satu dari Pura Catur Lokapala terletak di utara Pura Penataran Agung Besakih. Disebut Pura Batu Madeg karena di pura tersebut terdapat sebuah batu yang tegak. ''Batu madeg'' atau ‘batu ngadeg’ (bahasa Bali) diartikan batu tegak atau batu berdiri. Pada zaman kebudayaan megalitikum, batu berdiri ini disebut pula menhir. Meru Tumpang Sebelas dengan Batu Madeg di dalamnya inilah pelinggih yang utama di Pura Batu Madeg tersebut.
Di Pura Batu Madeg terdapat lima buah pelinggih Meru, berada di sisi timur areal jeroan pura, berjejer dari utara ke selatan. Di sisi utara ada dua Meru Tumpang Sembilan. Yang paling utara merupakan palinggih Ida Manik Angkeran sedangkan di sisi selatannya palinggih Ida Ratu Mas Buncing. Di selatan palinggih Ida Ratu Mas Buncing adalah Meru Tumpang Sebelas yang di dalamnya terdapat ‘batu madeg’. Meru inilah sebagai palinggih yang paling utama sebagai stana pemujaan Batara Sakti Batu Madeg sebagai manifestasi Batara Wisnu.
Di selatannya ada Palinggih Meru Tumpang Sebelas berfungsi sebagai palinggih Ida Batara Bagus Bebotoh. Di sisi paling selatan terdapat Meru Tumpang Sebelas sebagai palinggih Ida Ratu Manik Bungkah.
Di depan Meru Tumpang Solas terdapat palinggih Pesamuan yaitu palinggih yang berbentuk segi empat dengan enam belas tiang berjejer dua baris. Palinggih Pesamuan ini berfungsi sebagai media untuk secara simbolis turun ke dunia menyatunya semua kekuatan Batara Wisnu sebagai pemelihara dan pelindung alam semesta ciptaan Tuhan. Di sebelah kanan palinggih Pesamuan terdapat palinggih Sedahan Ngerurah dengan sebuah Lingga sebagai pralingga pemujaan Dewa Siwa. Di sebelah Meru palinggih Ratu Bagus Bebotoh terdapat palinggih Pepelik stana Batara Gana.Di pintu atau pamedal jeroan pura terdapat palinggih yang disebut Balai Pegat bertiang delapan dengan dua balai yang terpisah.
Selain upacara rutin yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, di Pura Batumadeg diselenggarakan pula upacara khusus, yaitu Usabha Siram yang untuk tahun 2009 ini dilaksanakan pada Purnama Kalima tanggal 2 November 2009 dan upacara Aci Penaung Bayu yang diselenggarakan pada Tilem Kalima tanggal 17 November 2009.